Proyek Pemeliharaan Berkala Sungai Bua di Luwu Diduga Menggunakan Material Ilegal

  • Bagikan

Eksposindo.com | Proyek Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan ”Pemeliharaan Berkala Sungai Bua Kabupaten Luwu” yang berada di Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu diduga menggunakan material ilegal.

Proyek yang bersumber dari dana APBN ini menelan anggaran sebesar Rp 2 Milliar lebih dan diduga mengambil material tambang Batu Gajah dari tambang yang tak memiliki izin.

Hal tersebut diungkapkan ketua Ikatan Wartawan Online Luwu Raya, Jumardi kepada media, Minggu 25 September 2022.

Jumardi mengungkapkan, awalnya beberapa masyarakat melirik dan mempertanyakan aktivitas tersebut pasalnya di lokasi yang dimaksud tidak ditemukan papan proyek.

“Karena adanya masyarakat mempertanyakan itu maka saya turun langsung ke lokasi jumat 16/9/2022 lalu” ucap Jumardi, Senin, 26 September 2022.

Informasi yang dihimpun media,  salah seorang pelaksana kegiatan ini bernama Anwar.

Saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengenai Aktivitas dan asal material Batu Gajah tersebut, Anwar menyampaikan bahwa dirinya hanya sekedar memasukkan alat saja.

“Bicaraki langsung sama pemborongnya, saya cuman kasi masuk alat pak ,” Tulis Anwar via WhatsApp.

Lebih jauh Ketua IWO Luwu Raya Jumardi mengatakan “Pak Oki”, pemborong proyek tersebut saat dikonfirmasi via WA hanya membaca pesan yang dikirimkan namun tidak ada respon atau menanggapi hingga berita ini terbit.kata Jumardi

Jumardi juga sempat mengunjungi, Andi Oddang di kediamannya, yang merupakan pengawas kegiatan, Sabtu, 17 September 2022.

Saat itu kata Jumardi bahwa Andi Oddang membenarkan, papan proyek tidak ada di lokasi kerja karena telah dicabut sehubungan waktu pelaksanaan habis dan sementara menunggu papan proyek baru.

“Papan proyek kami buka soalnya masa proyek telah habis jadi kami menunggu papan proyek yang baru dengan memiliki keterangan perpanjangan waktu.” ucapnya.

Mengenai material batu tersebut Andi Oddang menjelaskan bahwa itu berasal dari Dusun Pakkalolo Desa Lengkong, milik bapak Arsit.

Andi Oddang juga menambahkan bahwa dirinya tidak tahu mengenai pembelian material Batu Gajah.

”Maaf kalau persoalan itu saya tidak tau pak, saya hanya menerima setelah tiba di lokasi” Ucap Andi Oddang.

Sementara itu Bapak Arsit saat ditemui di lokasi penambangan, Bapak Arsit membenarkan bahwa lokasi ini adalah lahan miliknya dan juga tidak memiliki izin penambangan.

“Memang benar lokasi ini milik saya, mengenai izin penambangan memang tidak ada. Rencananya lokasi akan di bangun perumahan dan kebetulan kontraktor ini sedang mencari Batu Gajah,” tutur Bapak Arsit.

Bapak Arsit menjelaskan, saat itulah disepakati, mereka siap ratakan tanah karena kebetulan berbukit tetapi material yang ada di dalamnya termasuk Batu Gajah mereka ambil dan mereka mengaku yang bertanggung jawab. (*)

  • Bagikan