Diduga Palsukan Tanda Tangan SK, Oknum Kades di Luwu Ini Dipolisikan

  • Bagikan

Sementara itu putri dari almarhum mantan kepala desa Pangi, Aisyah yang juga menjabat Kaur Umum di desa Pangi menceritakan awal mula sehingga diketahui SK LPMĀ  tersebut palsu atau tanda tangannya dipalsukan itu ketahuan pada saat di kantor desa.

Surat tanda terima Laporan Polisi

“Waktu itu Kades menitipkan sebuah dokumen kepada saya dan  dia simpan di atas meja yang isinya adalah SK LPM tersebut, waktu itu kades menyampaikan bahwa kalau ada utusan dari DPMD Luwu tolong berikan ini SK” ucap Aisyah.

Namun menurut Aisyah bahwa saat itu dirinya bersama dengan Sekdes Pangi dan memeriksa SK Tersebut, dan ditemukan keganjalan pada kolom tanda tangan, dimana tanda tangan yang ada di SK tersebut adalah milik almarhum Kades Pangi.

Padahal kata Aisyah almarhum Kades Pangi yang juga ayah kandungnya itu sudah meninggal dunia Juni 2020 lalu. Kemudian Aisyah juga melihat tanda tangan yang tertera di SK tersebut tidak mirip dengan tanda tangan almarhum.

“Saat itu juga saya tanyakan langsung ke Kades, kenapa ada SK LPM disini na bukan tanda tangan bapak saya atau palsu” ungkapnya.

Saat itu juga menurut Aisyah Kades langsung menjawab bahwa ‘Diamkan Saja’

Karena adanya kejadian yang diduga melanggar hukum tersebut kata Aisya, sehingga kami laporkan ke Pores Luwu. “Karena kami nilai ada yang ganjil karena bapak saya sudah meninggal tapi ada SK yang baru dibuat dengan tahun yang lama” ucapnya.

Sementara itu Ketua LPM yang lama, Usman Gani juga ikut membenarkan bahwa tanda tangan Kades Lama almarhum Mellong itu tidak mirip dan perbedaannya sangat jauh. Sehingga Usman menduga kalau tanda tangan tersebut memang dipalsukan.

  • Bagikan