News

Bisnis Licin Solar Subsidi Semakin Marak, Pelansir Diduga Kerjasama Dengan Oknum Karyawan dan Pengawas SPBU

×

Bisnis Licin Solar Subsidi Semakin Marak, Pelansir Diduga Kerjasama Dengan Oknum Karyawan dan Pengawas SPBU

Sebarkan artikel ini

Eksposindo.com |  Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sepertinya menjadi lahan bisnis yang menjanjikan bagi para pelansir dan oknum penimbun BBM jenis Solar yang dilakukan di beberapa SPBU di Kabupaten Luwu.

Pelansir Solar ini juga diduga bekerjasama dengan oknum karyawan atau pengawas SPBU untuk melancarkan pembelian Solar, sehingga pelansir Solar yang menggunakan kendaraan roda 4 dan menggunakan Jerigen semakin marak.

Jejeran kendaraan pelansir Solar menjadi pemandangan setiap harinya di depan SPBU. Para pelansir Solar akan menunggu di depan SPBU untuk mengantri membeli Solar mulai pagi hari saat SPBU dibuka dan akan berhenti hingga sore atau bahkan sampai BBM Solar Habis.

Karena maraknya pelansir Solar yang beroperasi di SPBU mengakibatkan Antrian panjang bagi kendaraan lain yang hendak mengisi Solar. Lebih parahnya lagi, akibat banyaknya mafia BBM Bersubsidi jenis Solar membuat beberapa supir angkutan umum dan truk serta para petani dan nelayan kesulitan mendapatkan solar karena oknum karyawan kadang lebih mendahulukan mengisi Jerigen pelansir.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Seorang supir Truk, S (43) yang telah mengantri berjam-jam untuk mendapatkan BBM Subsidi jenis Solar. 

“Saya sudah dua jam lebih mengantri disini untuk membeli solar pak” Ujarnya kepada awak media ini, Minggu 16 Juni 2024.

Lebih parahnya lagi, antrian ini telah berlangsung selama dua (2) bulan terakhir. Sehingga memaksa para supir bersabar untuk mendapatkan BBM dengan harga yang lebih terjangkau ini.

Sementara Supir Truk, S (35), menyatakan telah menghabiskan waktu satu (1) jam lebih mengantri untuk membeli solar. “Kasian kami ini pak, menghabiskan waktu hanya untuk membeli solar” Jelasnya.

Di lain pihak, Petugas pengisian BBM di SPBU setempat, S (30), membenarkan antrian yang telah terjadi selama dua bulan terakhir. “Antrian terjadi karena banyaknya orang yang menggunakan Jerigen mengambil solar” Katanya.

Susahnya mendapatkan solar bagi Petani dan Nelayan ini memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi lebih lanjut akibat maraknya para pelangsir ilegal BBM Solar yang beraksi di setiap SPBU di Luwu.

Masyarakat berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak Pertamina, sekiranya dapat menertibkan dan mempermudah para supir angkutan umum dan petani untuk mendapatkan BBM Bersubsidi jenis solar.

Sementara itu, dari pihak SPBU 74.919.02 Belopa yang terletak di Sepppong, Kec. Belopa Utara, K (45) mengatakan bahwa pasokan BBM Solar yang masuk berselang-seling, 

“Kalau hari ini masuk 8 KL besoknya 16 KL. Dan itu setiap hari, adapun masalah kuota itu ditentukan oleh orang Depot” ucapnya.