Pendidikan

Alami Trauma, Korban Pengeroyokan dan Penganiayaan Senior di Kampus UNCP Enggan Lanjutkan Kuliahnya

×

Alami Trauma, Korban Pengeroyokan dan Penganiayaan Senior di Kampus UNCP Enggan Lanjutkan Kuliahnya

Sebarkan artikel ini

Eksposindo.com | Orang tua mahasiswa korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh seniornya di kampus Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) mengaku anaknya mengalami trauma atas peristiwa tersebut.

Irfan orang tua korban tersebut menyebut anaknya saat ini berfikir untuk melanjutkan kuliahnya di Fakultas Teknik Informatika UNCP karena takut datang ke kampusnya.

“Mungkin anak saya alami trauma sehingga dia merasa takut untuk pergi ke kampus dan berfikir untuk tidak melanjutkan kuliahnya di kampus UNCP” ucap Irfan, Kamis, 6 Juni 2024.

Irfan juga menyampaikan, anaknya saat ini hanya berdiam di rumah pasca dirawat di rumah sakit akibat pengeroyokan tersebut dan belum berfikir untuk kuliah.

Sementara itu Wakil Rektor III UNCP, Suhardi, S.Pd, M.Pd, saat dikonfirmasi media menjelaskan, terkait kejadian pengeroyokan tersebut, perlu kami sampaikan bahwa kejadian di tanggal 20 Mei 2024 tersebut terjadi pada malam hari sekitar pukul 24.00 WITA di dalam lingkungan kampus UNCP saat pintu pagar kampus dalam kondisi terkunci. 

Ia juga tegaskan bahwa UNCP sendiri memiliki aturan yang melarang setiap kegiatan di malam hari. 

“Aturan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan dimulai pukul 07.00 – 18.00 WITA. Artinya, setelah pukul 18.00 WITA hingga pukul 07.00 WITA, tidak diperbolehkan lagi melakukan kegiatan” ucapnya. Kamis, 6 Juni 2024.

Suhardi menyampaikan, UNCP juga memiliki aturan yang melarang menggunakan sekretariat organisasi kemahasiswaan sebagai tempat menginap atau melakukan aktivitas rumah tangga lainnya. Aturan tersebut tertuang melalui surat edaran rektor dan tata tertib mahasiswa. 

“Aturan tersebut seharusnya menjadi acuan bagi setiap insan akademis UNCP, termasuk mahasiswa. Kami juga seringkali menganjurkan kepada mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan pada malam hari demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan” katanya.

Terkait kasus pengeroyokan tersebut, Wakil Rektor III UNCP menyebut pihak pengelola kampus turut prihatin dan ikut menyesalkan atas kejadian yang menimpa Fery (20) mahasiswa Teknik Informatika.

“Kami juga sudah melakukan pertemuan dengan keluarga korban dan membicarakan masalah ini, sebagai bentuk keseriusan dalam menangani permasalahan ini, melalui Tim Komisi Disiplin kami sedang memproses kasus ini melalui mekanisme internal sesuai dengan peraturan yang berlaku di UNCP” ucap Suhardi.

Dia menjelaskan Tim Komdis sudah memanggil dan memeriksa beberapa saksi dan saksi korban. Pemeriksaan ini tentu untuk mendapatkan informasi yang terang dan jelas mengenai pelaku aksi pengeroyokan tersebut. 

“Pelaku yang terbukti melakukan tindakan pengeroyokan tersebut tentu akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku di UNCP” tegasnya.

Selain itu kata dia, Tim Komdis UNCP juga secara aktif menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian yang juga menangani perkara ini. Pihak korban juga sudah melaporkan kasus pengeroyokan ini ke pihak kepolisian. 

“Kami selalu kooperatif dengan pihak kepolisian diantaranya dengan memberikan informasi dan beberapa alat bukti seperti video rekaman CCTV saat peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi” ungkapnya

Sementara itu Rektor Universitas Cokroaminoto Palopo Rahman Hairuddin, S.P., M.Si mengatakan, pihak UNCP serius dalam menangani kejadian ini. 

“Kami sudah menugaskan Tim Komdis untuk menindaklanjuti kasus ini. Sejumlah saksi dan saksi korban sudah dimintai keterangannya,” ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada semua insan akademis di lingkungan UNCP, khususnya kepada para mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan di malam hari. 

“Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata rektor.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Sayid Ahmad mengungkapkan, pihaknya sudah mengamankan satu pelaku pengeroyokan. Sementara ini pihaknya masih memburu dua pelaku lainnya yang merupakan senior korban.

“Jadi yang teridentifikasi ada 3 pelaku. Semuanya senior korban di kampus, sudah ada satu pelaku yang diamankan, dua lainnya masih sementara kami buru karena melarikan diri,” jelasnya. (*)