Tidak Direspon Saat Dikonfirmasi, Ketua PPK Ponrang Selatan Justru Marah-marah, Saat Diberitakan Terkait Anggota KPPS Meninggal Dunia

Eksposindo.com | Ketua PPK Ponrang Selatan (Ponsel) bernama Rusli disebut melakukan intimidasi terhadap salah seorang wartawan di Kabupaten Luwu bernama Echa, meminta beritanya diubah. Itu diungkapkaan melalu telpon, Jumat (16/2) malam.

“Ia menelpon marah karena pada berita yang dirilis media online LiteX bertuliskan ‘saat dikonfirmasi lewat telpon tidak direspon’. Rusli menelpon dengan nada keras, dia bilang kenapaki tulis diberita bahwa ditelpon tidak direspon, meskipun begitu kenapa ditulis,” kata Echa menirukan.

Sebelumnya, Rusli mencoba dihubungi oleh Echa untuk konfirmasi soal kabar kematian salah seorang anggota KPPS di Desa Jenne Maeja bernama Azis, saat ditelpon, Rusli tidak merespon. Tak berselang lama, diperkirakan 5 menit kemudian llink berita kematian anggota KPPS itu dikirimkan kepadanya Rusli seketika itu menelpon Echa lalu marah-marah.

“Rusli rupanya tidak memahami menjadi seorang penyelenggara yang terkait dengan publik berarti siap untuk memberikan konfirmasi jika ada situasi yang terkait apalagi dengan jabatannya sebagai Ketua PPK,” tambah Echa.

Terpisah, saat dikonfirmasi Rusli menerangkan alasan ia tidak mengangkat telpon dari Wartawan.

“Di berita pertamanya saya koreksi terkait redaksinya bahwa saya tidak respon, Cuman masalah karena saya tidak angkat telponnya karena saya tidak dengar kebetulan nada deringnya saya bisukan, saya sementara di rumah duka. Tidak lama langsung kirim berita,” kata Rusli.

“Saya hanya menyuruh untuk merubah redaksinya… Krn kalau seperti itu redaksinya seolah saya tidak mau memberikan berita atau tidak mau tau tentang meninggalnya KPPS saya,” kunci Rusli.

Sebelumnya diberitakan, Diduga akibat kelelahan satu orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Surara (KPPS) bernama Azis, yang bertugas di Desa Jenne Maeja, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu meninggal dunia.

Menurut Indah, salah seorang tetangga korban mengatakan, Azis bertugas di TPS 01 Dusun Malaka, menurutnya saat bertugas Azis terlihat sehat tanpa ada keluhan, “Ia memang ada sakit gondok beracun tapi mungkin juga karena kecapean,, ” ujarnya (16/2) saat dikonfirmasi via telpon.

Kepala Desa Jenne Maeja, Lukman, via telpon ia membenarkan adanya anggota KPPS meninggal dunia atas nama Azis, “iye ada tadi meninggal ba’da Isya, memang sebelumnya pernah juga dirawat sebelum masuk jadi KPPS” ujannya.

Lukman menjelaskan saat hari pencoblosan Azis baik-baik saja dan melaksanakan tugasnya sebagai anggota KPPS di TPS 01 dengan baik, namun setelah dua hari pencoblosan kesehatannya menurun karena kelelahan, dan akhirnya meninggal dunia. (*)