News  

Petani : Fadriaty Serius Perjuangkan Kesejahteraan Petani, Kurang Janjinya, Banyak Buktinya

Eksposindo.com | Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ir Fadriaty, AS.M.M melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Selatan. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tanarigella, dengan dihadiri Kepala Desa Tanarigella Satti Amir,  Kapolsek Bua, AKP Syarif Sikati,  dan tokoh masyarakat serta tokoh pemuda, Minggu (28/1/2024).

Dalam pertemuan tersebut Fadriaty menyampaikan kepada masyarakat terkait dengan beberapa hal seperti  Pendidikan dan pengembangan Bandara I Laga Ligo Bua.

Menurut Fadriaty, kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pendidikan yakni sekolah menengah atas atau SMA dan sederajat menjadi fokus perhatiannya dibuktikan dengan diturunkannya beberapa bantuan di sejumlah sekolah SMA/SMK di Luwu.

“Menjadi kewenangan kami soal pendidikan, SMA yang ada di Bua sudah pernah saya bantu, kalau tidak salah sudah 3 kali saya masukkan program, kemudian SMK di Desa Karang-karangan Kecamatan Bua hampir setiap tahun saya masukkan program,” kata Fadriaty.

Lanjut Fadriaty, perhatian terhadap bantuan di dunia pendidikan SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan DPRD Provinsi untuk mengawal pembangunan.

“Itu sudah menjadi kewenangan kami, sehingga yang bisa memperjuangkan itu adalah anggota DPRD Provinsi Sulsel, begitulah betapa pentingnya peran kami begitu pembahasan APBD ketuk palunya ada pada kami di DPRD, biar sudah disepakati Bupati/Gubernur semua tergantung ketukan palu di DPRD, sehingga ada namanya komitmen atau kebersamaan antara eksekutif dan legislatif untuk membuat program itu bisa terlaksana,” ucap Fadriaty.

Terkait dengan perluasan Bandara I Laga Ligo Bua, Fadriaty mengungkapkan bahwa sejak dirinya memimpin Komisi D DPRD Provinsi Sulsel, telah mengetuk Palu untuk soal pembebasan lahan bandara.

“Ada pembebasan lahan perpanjangan Runway bandara dengan jalan yang menuju ke Toraja, kami usulkan supaya begitu keluar dari bandara langsung lurus, kita tidak perlu belok. Sebenarnya itu sudah ada anggarannya kemarin, cuma karena ada sedikit kendala maka ada yang belum terbayar, tapi yakinki Insha Allah akan dibayar tahun ini yang belum terbayar, ada sekitar R 24,5 M itu semua anggaran dari provinsi Sulawesi Selatan,” ujar Fadriaty.

Usai lakukan pertemuan, Fadriaty kunjungi Petani yang dapatkan bantuan Handtraktor

di Desa Tanarigella, Kecamatan Bua guna memastikan bantuan petani tersebut telah turun dan digunakan.

Sementara itu salahsatu anggota kelompok tani yang mendapatkan bantuan Handtraktor di Desa Tanarigella Kecamatan Bua, Imam, menyampaikan, bantuan yang diberikan oleh Fadriaty ini sangat membantu petani.

“Anggota kelompok sudah merasakan manfaatnya. Terima kasih ibu dewan” ucap Imam.

Imam juga menyampaikan, perjuangan ibu Fadriaty terhadap kesejahteraan petani di Luwu betul-betul sangat serius “Kelompok kami salah satu buktinya, kami hanya satu kali masukkan permohonan bantuan Handtraktor dan ternyata langsung direalisasikan oleh ibu Dewan, tidak banyak janjinya tapi banyak buktinya” tutup Imam.

Fadriaty telah melakukan sosialisasi atau pertemuan beberapa kali di Desa Tanarigella, sejumlah usulan atau aspirasi warga berhasil diperjuangkan dan kini telah dimanfaatkan oleh petani dengan baik.