Polisi Hentikan Kasus Dugaan Tambang Ilegal Yang Menggunakan Alat Berat Dinas Perikanan di Luwu

  • Bagikan

Eksposindo.com | Satuan Reskrim Polres Luwu menghentikan penyelidikan terhadap kasus dugaan tambang ilegal yang diduga  dilakukan oleh oknum kadis perikanan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan saat ditemui media, Jumat, 23 September 2022

AKP Jon Paerunan menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan surat dari Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan.

“Dalam keterangan itu dijelaskan bahwa tidak ada kegiatan penjualan material dan tidak menimbulkan kerugian sehingga perkara itu tidak dapat ditingkatkan ke penyidikan” tutur Jon.

Sebelumnya diberitakan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu, Baharuddin, menjalani pemeriksaan di unit tindak pidana tertentu Satreskrim Polres Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (2/8/2022).

Dia diperiksa Polisi terkait tambang galian c ilegal di bantaran sungai Bajo, Desa Tallangbulawang, Juli 2022 lalu.

“Sesuai undangan kita, hari ini kita panggil untuk klarifikasi,” kata AKP Jon Paerunan, Kasat Reskrim Polres Luwu, Senin (1/8/2022)

Baharuddin diperiksa polisi, terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan tambang galian C ilegal di bantaran sungai Bajo, Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Bajo.

Alat berat milik dinas Perikanan digunakan di lokasi tambang tak berizin. Setelah ketahuan, alat berat Excavator itu, kemudian dibawa ke Belopa lalu diserahkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Baharuddin beralasan, Excavator itu dikembalilan ke Pemda karena rusak dan tidak dapat digunakan. Hal tertuang dalam surat penyerahan yang diterbitkan dan ditandatangani Baharuddin selaku kepala dinas Perikanan, ditujukan pada Sekretaris daerah kabupaten Luwu, Sulaiman.

Namun, alasan pengembalian alat berat ini kontradiktif dengan fakta di lapangan. Sebelum diserahkan ke Pemda, Excavator ini bekerja pada proyek Saluran Air di desa Tallang Bulawang, kemudian menambang secara ilegal di sungai selama tiga hari. Baharuddin juga tidak dapat merincikan jenis kerusakan yang dimaksud. (*)

  • Bagikan