Suara Yang Sia-Sia Pada Pilkades Serentak Luwu 2022

  • Bagikan

Eksposindo.com | Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabutaen Luwu, Sulawesi Selatan yang diikuti oleh 91 Desa yang berlangsung Kamis (24/3/2022) menyisakan cerita buruk dimata publik.

Cerita buruk itu munculnya fenomena baru dibeberpa desa  tentang surat suara tidak sah lebih bnyak ketimbang suara sah. Lebih parahnya lagi suara tidak sah ini justru mengalahkan suara pemenang calon Kepala Desa.

Ada 3 desa didapatkan suara tidak sah lebih bnyak dari suara sah, yakni di  Desa Tede Kecamatan Basse Sangtempe (Bastem) Utara
sebanyak 355 suara tidak sah,  Desa Padang Ma’bud, Kecamatan Bupon, sebanyak 173 suara tidak sah dan Desa Tabah Kecamatan Walenrang Timur sebanyak 499 suara tidak sah.

Hal ini tentu menarik untuk dicermati bagaimana tidak, pasalnya suara tidak sah ini bukan hanya terjadi di satu desa saja, namun ada beberapa desa yang mengalami hal tersebut, bahkan suara tidak sah itu mengalahkan jumlah perolehan suara pemenang Pilkades.

Pemerhati Demokrasi Luwu, Suhaeb, SH turut berkomentar terkait banyaknya suara tidak sah tersebut yang terjadi di Pilkades serentak kemarin.

Suhaeb mengatakan kalau hal ini betul-betul menarik, pasalnya baru kali ini terjadi dalam suatu Pesta Demokrasi jumlah suara tidak sah melebihi jumlah suara sah yang dimiliki oleh pemenang di Pilkades.

“Sudah pasti banyak yang bertanya-tanya, kenapa hal itu bisa terjadi, kalau kita berfikir pemilih dalam Pilkades ini adalah bukan Pemilih Pemula mereka adalah pemilih yang sudah berpengalaman dalam memberikan hak pilihnya baik pada Pilkada tahun 2018 maupun Pemilu tahun 2019 yang sebelum-sebelumnya itu tidak ditemukan hal seperti ini” ucapnya saat ditemui dikediamannya  Belopa, Sabtu 2 April 2022.
  
Mantan Komisioner KPU Luwu Bidang Teknis itu menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkades Serentak ini tidak jauh berbeda dengan Pemilu dan Pilkada  sebelumnya yang digelar di Luwu. Pemilih diminta untuk mencoblos surat suara.

“Saya kira tata cara pencoblosannya sama, yang membedakan itu, kalau Pemilu dan Pilkada itu dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedangkan Pilkades itu punya Kepanitian sendiri yaitu Pemerintah Daerah oleh Dinas terkait” ucapnya.

Suhaeb menjelaskan bahwa, kalau kita cermati dan membandingkan surat suara di Pilkades dengan surat suara pada Pileg kemarin itu, surat suara pada Pileg itu agak rumit karena ukurannya jauh lebih besar, jumlah Calon lebih banyak dan kolom untuk nama serta foto caleg itu lebih kecil, Namun hasil pemberian suara pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kabupaten Luwu jumlah suara tidak sah tidaklah sampai seratus apalagi sebanyak ratusan begitu.

  • Bagikan