Kelola Tambang Rakyat, BUMDes Kadundung Buka Lapangan Kerja Bagi Warga

  • Bagikan

Eksposindo.com — Keberadaan badan usaha milik desa (BUMDes) sejatinya diharapkan  menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Hal itu agar Desa mampu berkembang dan sejahterah.

Kepala Desa Kadundung, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Parambung mengatakan, pengelola BUMDes juga harus kreatif dalam mengoptimalkan potensi ekonomi di desa. “Selain pembangunan fisik, kemajuan ekonomi masyarakat diharapkan bisa berkembang,” ucap Parambung.

Untuk itu, Parambung mengakui jika di Desanya BUMDes mengelola lima jenis usaha. “Tambang  rakyat, (Batu Cipping,Cetak Batako dan tambang emas), holtikultura pertanian, perikanan atau kolam ikan serta disektor Pariwisata ada dua, permandian dan Pengelolaan jaringan wifi,” tuturnya.

“Dengan lima usaha tersebut, kita akan terus berikan dukungan untuk seluruh pengurus BUMDes. Seperti, mencari informasi bantuan melalui pemerintah maupun elemen lainya. Bantuan dari pemerintah saat ini ada dua. Bantuan alat pertanian dan bantuan alat   tambang emas rakyat,” lanjutnya.

Ketua kelompok Bumdes Harapan, Palippi mengatakan, dengan sinergitas seluruh elemen, secara perlahan mulai berbenah untuk menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat. “Jika berkembang, tentu akan  menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat,” ucap Palippi.

Terkait pengelolan BUMDes saat ini Palippi menyebutkan bahwa sudah melibatkan puluhan kepala rumah tangga dan pemuda untuk bersama  mengembangkan usaha tersebut.

“Untuk sektor tambang rakyat, kini mempekerjakan 10 kepala rumah tangga dan 12 pemuda. Sektor pariwisata, pertanian dan perikanan, masing-masing ikut mengelola, 2 kepala rumah tangga, serta 7 pemuda,” ucap Palippi.

Lanjut Palippi, beraktifitasnya usaha BUMDes di sektor, pertanian, perikanan serta  tambang  rakyat,  dirinya tetap mengedepankan proses yang ramah lingkungan.

Ia mengatakan proses kegiatan seluruh usaha BUMDes yang dikerjakan sejumlah masyarakat tersebut sudah menenuhi persyararan, termasuk tambang emas rakyat, batu cipping, cetak batako. 

“Sebelumnya untuk mendapatkan izin  tersebut, ungkap Ketua BUMDes,   memerlukan proses waktu yang lama. Perlu dilakukannya survei oleh pemerintah, terkait dampak lingkungan akibat aktifitas pembuatan cipping, cetak batako dan tambang emas rakyat,” katanya.

Baca Juga  Polres Luwu Gelar Upacara Kenaikan Pangkat

Setelah proses panjang, Palippi megungkapkan bahwa Tambang rakyat yang dikelola BUMDes tersebut   mendapat perhatian dari pemerintah, hal tersebut dibuktikan melaui bantuan alat tambang emas rakyat yang diberikan oleh kementrian pada masyarakat Kadundung.

“Bantuan mesin itu diterima sejak 2019 lalu, namun baru tiga bulan ini berjalan normal. Kita upayakan ini berjalan karena jika tidak, alat itu akan diminta  untuk dikembalikan ke kementrian. Padahal, alat ini langka, cuman satu-satunya di Sulsel,” ucap Palippi.

Diketahui, BUMDes Harapan kita merupakan suatu lembaga ekonomi yang dibangun atas inisiatif masyarakat dan menganut asas mandiri dengan modal usaha yang bersumber dari masyarakat dan bantuan pemerintah desa.

Salah satu  program yang terus didorong agar berjalan lancar maju dan berkembang yakni pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa merupakan salah satu upaya untuk memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada,” tutupnya. (*)

  • Bagikan