PILKADA

Kolaborasi Gen Z Perkuat Pengawasan  Dalam Upaya Pencegahan

×

Kolaborasi Gen Z Perkuat Pengawasan  Dalam Upaya Pencegahan

Sebarkan artikel ini

Sebuah catatan tahapan pengawasan Pilkada Serentak 2024

Penulis : Nuzri Isla, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu

Seiring berkembangnya zaman diera digitalisasi, partisipasi kelompok tidak hanya  terbatas oleh kelompok pemantau atau aktivis kampus. Namun bisa melalui partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Partisipasi masyarakat semakin berkembang, tidak lagi model klasik seperti dulu yang benar-benar dilakoni aktivis kampus atau aktivis penggiat demokrasi.

Memasuki era integrasi teknologi dan manusia salah satu karakteristik utama Society 5.0 adalah integrasi yang erat antara teknologi dan manusia. Ini mencakup penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, atmosfir era ini dimainkan peran strategis para Mileneal atau lebih akrab disebut Gen Z. 

Generasi melek IT ini mempunyai kekuatan yang dapat membuat isu ramai diperbincangkan di media sosial. Apa lagi Gen Z . memiliki  kekuatan the power of hastag. Gen Z  paling jago mentrendingkan isu isu hingga menjadi Hits. contoh ; Selebrity, mentrendingkan isu tentang “Selebritynya,” 

Selain itu, Gen Z juga, memiliki solidaritas tinggi. Contohnya, ketika Gen Z yang tergabung dalam Nitizen di area publik turut menyoroti isu Undang-Undang (UU) Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

Beberapa  waktu  yang lalu saat dilakukan advokasi untuk UU Cipta kerja, bukankah tren-tren itu dipengaruhi oleh Nitizen yang tergabung dalam Millineal ala’ Gen Z  yang sangat intens meng-hastag-an isu-isu yang memang disepakati untuk di-trendingkan.

Meskipun begitu, para Gen Z hendaklah ajakan kolaborasi ini penekanannya peran aktif di Pemilu bukan diajak demi kepentingan politik. Penyelenggara pemilu perlu mengajak kelompok gen Z memperkuat partisipasi politik.

Sederhananya Generasi yang terhimpun dalam Gen Z sebagai warga negara yang punya hak memilih. Untuk itu  bagian strategis untuk kemudian dilibatkan, baik dalam pendidikan politik atau pengawasan Pemilu. Simpel saja, tidak perlu memantau Pemilu tapi kemudian cukup menjadi misalnya sahabat ber-kolaborasi Bawaslu dalam aksi sosialisasi. (*)