Tokoh Luwu Raya Apresiasi Upaya Fadriaty, Dalam Melindungi dan Mengembangkan Mangrove

  • Bagikan

Eksposindo.com | Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Demokrat, Fadriaty Asmaun, ST, MM menggelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan dan Pengembangan Hutan Mangrove Provinsi Sulawesi Selatan, di Kelurahan Tampumia Radda Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu, Sabtu 26 Maret 2022.

Fadriaty Asmaun, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Konsultasi Publik ini dilaksanakan untuk mendengarkan masukan-masukan dari berbagai pihak serta dinas terkait.

“Hari ini kita undang pihak-pihak yang dianggap bisa memberikan masukan atau saran, seperti dinas Kelautan dan Perikanan, KPH Latimojong, pemerhati Mangrove serta pihak lainnya.” ucap Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulsel itu.

Srikandi Luwu Raya itu menyampaikan bahwa, dalam konsultasi ini tim perumus  langsung mendokumentasikan semua saran atau masukan  di sekaitan pengelolaan Mangrove di Kabupaten Luwu.

“Masyarakat sangat mendukung rencana Ranperda inisiatif ini. Pertama, kehadiran Ranperda ini memberi kepastian hukum untuk pengelolaan dan perlindungan hutan Mangrove di wilayah pesisir Luwu. Kedua, perlunya ditekan laju alih fungsi hutan Mangrove di Luwu, karena ternyata hutan Mangrove di Luwu hanya tersisa sekitar 800 hektar saja di garis pantai yang awalnya mencapai 2.800 hektar”  Kata Fadriaty

Ketiga lanjut Fadriaty, Pemerintah Provinsi Sulsel perlu membentengi secara regulasi kearifan lokal pelestarian hutan Mangrove di Luwu, seperti di Desa Babang yang membuat peraturan desa tentang perlindungan hutan Mangrove dimana warganya harus menanam Mangrove sebelum melangsungkan pernikahan

“Keempat, berbagai kegiatan LSM peduli lingkungan yang menjaga hutan Mangrove di Luwu perlu mendapat support dari Pemprov Sulsel. Kelima, kita perlu menjaga hutan Mangrove dengan program zonasi hutan Mangrove. Harus ada hutan mangrove di Luwu yang kita lestarikan untuk rumah biota koloni Ikan, Kepiting, Udang bahkan Burung, disamping hutan Mangrove kita lestarikan untuk kepentingan pariwisata” Kata Fadriaty yang akrab disapa Enceng.

Tokoh Luwu Raya yang juga mantan anggota DPRD Sulsel Ir H Abdul Majid Tahir memberi apresiasi dan mengajak masyarakat Kabupaten Luwu dan Luwu Raya pada umumnya mendukung upaya anggota DPRD Provinsi Sulsel Fadriaty Asamun ST, MM untuk melindungi punahnya hutan Mangrove di pesisir pantai yang akan merugikan masyarakat  

“Fadriaty Asmaun bersama anggota DPRD Sulsel ingin melindungi hutan Mangrove di Luwu, Tana Luwu bahkan di seluruh pesisir pantai Provinsi Sulsel. Ayo kita dukung Srikandi Tana Luwu ini dengan memberi masukan dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan dan Pengembangan Hutan Mangrove Provinsi Sulawesi Selatan. ” Ungkap Majid Tahir.

Majid Tahir mengatakan, masyarakat perlu bersama Fadriaty yang lewat kewenangannya memikirkan pentingnya menjaga ekosistem hutan Mangrove dari kepunahan, mengingat hutan Mangrove sangat penting untuk mitigasi bencana dan untuk kegiatan ekonomi masyarakat Tana Luwu. (*)

  • Bagikan