IMWAL Sayangkan Sikap Birokrasi UNANDA Yang Begitu Reaktif Terhadap Mahasiswanya

  • Bagikan

Eksposindo.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi (IMWAL) menutup akses jalan trans sulawesi tepatnya di depan jalan rencana pembangunan kampus Universitas Andi Djemma,

Mereka menuntut supaya kedua temannya yang ditangkap pada 6/6/2020, karena diduga melakukan pemukulan terhadap pengamanan kampus saat mereka melakukan aksi menuntut subsidi covid-19 bagi mahasiswa serta pengungkapan akun Instragram yang di duga melukai hati seluruh mahasiswa Imwal.

Ketua Imwal Ardiansah ma’sud mengatakan mereka menyayangkan sikap birokrasi Unanda yang begitu reaktif terhadap mahasiswanya sendiri yang juga merupakan kader Imwal,
Sikap reaktif itu di tunjukan dengan mengirimkan pengacara kampus untuk mendampingi pengamanan kampus yang diduga di aniaya sementara kedua mahasiswa  tidak di dampingi pengacara kampus.

“Harusnya masalah ini harus diselesaikan secara kekeluargaan, karena masalah ini terjadi didalam lingkungan kampus, bukan dengan cara mempidanakan, tetapi dibina terlebih dahulu, karena bagaimana pun kedua mahasiswa tersebut adalah anak-anak mereka yang oleh orang tua kandungnya sudah dititipkan kepada rektor Unanda untuk dibina” tuturnya 16 Juni 2020.

Beberapa hari ini kami sabar dan melakukan upaya-upaya persuasif kepada birokrasi kampus unanda untuk menyelesaikan masalah ini, tapi sampai hari ini Rektor Unanda seolah menutup mata dengan masalah ini kata Ardiansah.

Ardiansya merasa kecewa dengan tidak digubrisnya upaya-upaya yang selama ini dilakukan, sehingga aksi menutup jalan rencana lokasi pembangunan kampus dilakukan,

Pak Rektor harusnya bijak menyikapi persoalan ini, kami selalu pasang badan dan bahkan turun langsung  mendukung rencana pembangunan kampus berlokasi di wilayah Walmas, tapi dengan adanya kejadian ini, kami mahasiswa Imwal mulai mempertanyakan sikap persahabatan tersebut. Kami berkesimpulan bahwa ini Unanda tidak bersahabat dengan kami, tak mampu membina anak-anaknya, bahkan tak mempunyai perasaan terhadap anaknya.

Ardiansah menambahkan akan terus melakukan aksi, bahkan dengan jumlah massa yang lebih banyak, bukan hanya mahasiswa tetapi kami akan mengajak masyarakat Walmas, jika kampus Unanda tidak melakukan upaya yang baik terhadap kasus yang menimpa kader kami. (*)

  • Bagikan